The Art of Listening
Bagi saya, sebuah brand bukan hanya tentang apa yang ada di dalam produknya, melainkan tentang bagaimana perasaan seseorang saat pertama kali menggenggamnya. Di AdoreU, saya percaya bahwa packaging adalah awal dari sebuah percakapan. Hari ini, saya ingin berbagi cerita tentang sebuah transformasi: bagaimana sebuah kotak cokelat sederhana berevolusi menjadi sebuah identitas yang lebih bercerita melalui pendekatan Design Thinking.
Banyak yang bertanya, kenapa saya memilih bertransformasi dari kotak corrugated cokelat biasa menjadi sebuah drawer box yang elegan? Jawabannya sederhana: karena saya memilih untuk berhenti menduga-duga dan mulai mendengar.
Empathy: Membuka Ruang Dialog
Responden menyarankan peralihan ke drawer box dengan pita pembuka. Selain lebih kokoh, kemasan ini diharapkan bisa memiliki "hidup kedua" sebagai tempat menyimpan aksesoris, bukan sekadar sampah setelah dibuka.
Ada keinginan untuk melihat kombinasi warna yang lebih soft seperti cream agar memberikan kesan mewah (luxury) yang sesuai dengan identitas AdoreU.
Banyak drawer box di pasar terasa membosankan karena terlalu polos. Masukannya adalah menambahkan elemen visual lain yang estetik agar tidak monoton namun tetap terlihat bersih.
Visualization: Merajut Ide di Kanvas Digital
Berbekal insight tersebut, saya beralih ke Canva. Di sinilah identitas AdoreU mulai saya visualisasikan. Saya memilih font yang elegan, menata letak logo, dan menambahkan elemen floral subtil untuk menjawab tantangan agar desain tidak terlihat monoton.
Philosophy of Color
Analisis warna ini merupakan bagian dari tahap Ideation, di mana saya mencoba menerjemahkan keinginan responden tentang "box yang luxury tapi tidak membosankan" ke dalam bahasa visual yang bisa dirasakan secara emosional. Setiap pilihan warna untuk packaging AdoreU adalah strategi komunikasi bawah sadar untuk menciptakan impresi kemewahan yang personal:
Sinergi Psikologis: "Sophisticated Romance"
Perpaduan Cream dan Soft Pink menciptakan harmoni yang saya sebut sebagai Sophisticated Romance. Secara psikologis, kombinasi ini menyeimbangkan sisi profesional bisnis dengan sisi emosional yang hangat. Hasilnya? Sebuah pengalaman unboxing yang membuat pelanggan merasa "dimanjakan" dan sangat dihargai bahkan sebelum mereka menyentuh produknya.
Prototyping: Mewujudkan Dimensi dengan Pacdora
Agar desain ini tidak hanya menjadi gambar datar, saya menggunakan Pacdora untuk mewujudkan mockup 3D yang nyata.
Melalui Pacdora, saya bisa memastikan bahwa posisi pita penarik sudah pas, material box terlihat kokoh, dan semua elemen visual yang didesain di Canva jatuh dengan sempurna di setiap sudut box. Inilah wujud nyata dari proses panjang mendengarkan dan berkarya.
Melalui perjalanan ini, saya belajar bahwa Design Thinking bukan hanya soal hasil akhir yang cantik di layar. Ini adalah tentang menghargai suara manusia, memahami emosi melalui warna, dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi siapa pun yang memegang box AdoreU nantinya.
Posting Komentar